DaerahRiau

Bantah Pemberitaan Tendensius, Kadispora Riau: Kami Justru Peduli Kesehatan Anak-anak

131
×

Bantah Pemberitaan Tendensius, Kadispora Riau: Kami Justru Peduli Kesehatan Anak-anak

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, SuaraAura.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut Dispora Riau sebagai penyelenggara PCSS (Pekanbaru City Soccer School) Champions Festival 2026 sekaligus dinilai mengabaikan kesehatan anak-anak peserta di tengah kondisi kabut asap, tidak benar.

Yurnalis menjelaskan, Dispora Provinsi Riau bukan pihak penyelenggara kegiatan tersebut, melainkan hanya memfasilitasi penggunaan Stadion Utama Riau sebagai lokasi pelaksanaan pertandingan.

Menurut Pria yang akrab disapa Udo NBO ini, justru kepedulian terhadap kesehatan peserta, khususnya anak-anak usia dini yang mengikuti pertandingan, menjadi alasan Dispora mengambil langkah cepat dengan meminta panitia menunda sementara pelaksanaan kegiatan.

“Tidak benar kalau Dispora tidak peduli dengan kesehatan anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mengikuti PCSS Champions Festival 2026. Justru karena kami peduli terhadap kesehatan mereka, kami langsung mengambil langkah untuk meminta pertandingan dihentikan sementara sampai kondisi kualitas udara membaik,” tegas Yurnalis, Sabtu (29/8/2026).

Yurnalis mengungkapkan, pada Jumat pagi dirinya memperoleh informasi mengenai kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru yang dinilai kurang sehat. Pada saat yang sama, diketahui terdapat rencana pelaksanaan PCSS Champions Festival 2026 untuk kategori U-11, U-12 dan U-13 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Stadion Utama Riau.

Mendapatkan informasi tersebut, Yurnalis mengaku langsung menginstruksikan Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Kemitraan Dispora Provinsi Riau untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan meminta pelaksanaan kegiatan ditunda hingga kondisi udara kembali membaik.

“Begitu saya mendapatkan informasi bahwa kualitas udara Kota Pekanbaru kurang sehat, saya langsung instruksikan Kabid Sarana, Prasarana dan Kemitraan untuk menunda event ini sampai kualitas udara membaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut juga diambil setelah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Berdasarkan informasi yang diterima, kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru berada pada kategori yang perlu menjadi perhatian terhadap aktivitas masyarakat, terlebih bagi anak-anak yang melakukan aktivitas fisik di ruang terbuka.

“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak. Mereka adalah usia dini yang harus mendapatkan perlindungan. Karena itu, ketika kondisi udara tidak memungkinkan, tentu keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas,” kata Yurnalis.

Kadispora Riau juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilainya tendensius dan memojokkan Dispora dengan menempatkan instansinya sebagai pihak penyelenggara kegiatan serta seolah-olah mengabaikan kesehatan anak-anak peserta festival.

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang kami nilai tendensius dan memojokkan kami. Perlu kami luruskan bahwa Dispora bukan penyelenggara PCSS Champions Festival 2026. Dispora hanya memfasilitasi penggunaan Stadion Utama Riau,” jelasnya.

Yurnalis menegaskan, langkah yang dilakukan Dispora sejak awal justru menunjukkan adanya perhatian serius terhadap keselamatan dan kesehatan peserta.

“Justru karena kepedulian kami terhadap kesehatan anak-anak, kami berkoordinasi dengan pihak panitia, dalam hal ini Bang Miskardi, untuk menghentikan sementara pertandingan sampai kualitas udara di Kota Pekanbaru membaik,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi sikap panitia yang merespons koordinasi tersebut dengan baik dan bersedia menunda sementara pelaksanaan pertandingan demi menjaga kesehatan para peserta.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang telah berkenan menunda pelaksanaan event ini. Ini menunjukkan bahwa semua pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak,” tuturnya.

Menurut Yurnalis, pelaksanaan kegiatan olahraga memang penting untuk pembinaan dan pengembangan bakat anak-anak, namun faktor keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi pertimbangan utama, terutama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung.

“Kita tentu mendukung kegiatan pembinaan sepak bola usia dini. Namun, ketika kondisi kualitas udara kurang sehat, kita harus bijak. Pertandingan bisa dilanjutkan ketika kondisi sudah memungkinkan dan tidak membahayakan kesehatan peserta maupun masyarakat,” pungkasnya.