KAMPAR, suaraaura.com – 30 Oktober 2026, Dimas Saputra resmi terpilih sebagai Formateur/Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Kampar dalam Musyawarah Cabang (Muscab) I HMI Cabang Persiapan Kampar yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Terpilihnya Dimas menjadi momentum awal dalam membangun arah gerakan dan memperkuat eksistensi HMI di Kabupaten Kampar. Dalam kepemimpinannya, ia membawa motto HMI SENYUM (Semuanya untuk Masyarakat) yang berorientasi pada penguatan keadilan sosial dan keadilan ekologi.
Motto tersebut merupakan refleksi gagasan bahwa HMI harus hadir sebagai organisasi kader yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektualitas dan kaderisasi, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap persoalan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Dimas Saputra berharap HMI Cabang Persiapan Kampar ke depan mampu menjadi kekuatan intelektual dan sosial yang responsif terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan.
“Harapan saya, HMI Cabang Persiapan Kampar dapat tumbuh menjadi organisasi yang kuat secara ideologis, matang secara intelektual, dan nyata dalam pengabdian. Kita harus mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan ke dalam gerakan yang memperjuangkan keadilan sosial serta menjaga keberlanjutan ekologis. Sebab, pengabdian sejati bukan hanya tentang bagaimana kita memahami persoalan masyarakat, tetapi juga bagaimana kita mengambil peran dalam menghadirkan solusi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keadilan sosial dan keadilan ekologi merupakan dua agenda yang tidak dapat dipisahkan. Pembangunan yang berkeadilan harus memastikan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai ruang hidup generasi sekarang dan mendatang.
Melalui semangat HMI SENYUM (Semuanya untuk Masyarakat), Dimas berharap seluruh kader dapat membangun solidaritas, memperkuat tradisi intelektual, serta menjadikan organisasi sebagai ruang perjuangan yang inklusif, kritis, dan transformatif.
“HMI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi yang berbicara tentang perubahan, tetapi sebagai bagian dari gerakan yang mewujudkan keadilan sosial dan keadilan ekologi. Sebab, semuanya untuk masyarakat.”














