Kota PekanbaruUmum

Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah

9
×

Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, suaraura.com – Anggota DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., mendorong pemerintah agar menjadikan hasil-hasil riset yang lahir dari perguruan tinggi sebagai salah satu acuan penting dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan publik.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penutupan Pekan Riset Internasional di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.

Menurut Syahrul Aidi, perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang besar melalui para dosen, peneliti dan mahasiswa. Berbagai riset yang dihasilkan seharusnya tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun menjadi dokumen yang tersimpan di perpustakaan, tetapi harus mampu memberi jawaban atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan negara.

“Pemerintah perlu menjadikan hasil-hasil riset kampus sebagai salah satu acuan dalam mengambil kebijakan. Kampus memiliki para ahli dan peneliti yang melakukan kajian secara ilmiah. Hasil penelitian tersebut harus dipertemukan dengan kebutuhan pembangunan,” ujar Syahrul Aidi.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk mulai memperkuat paradigma research based on need, yaitu penelitian yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, dunia usaha, dunia industri maupun pemerintah.

Menurutnya, perkembangan sebuah bangsa tidak hanya dapat diukur dari banyaknya penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana penelitian tersebut mampu melahirkan produk, teknologi, metode maupun kebijakan yang benar-benar dibutuhkan.

“Riset harus dimulai dari kebutuhan. Apa yang dibutuhkan masyarakat, apa yang dibutuhkan daerah, apa yang dibutuhkan industri dan apa yang dibutuhkan negara, itulah yang kita teliti dan kita carikan solusinya,” katanya.

Syahrul Aidi menilai, kemampuan memproduksi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat menjadi salah satu indikator penting kemajuan sebuah bangsa.

“Jika kita mampu memproduksi apa yang dibutuhkan oleh orang lain, berarti kita maju. Tetapi jika kita tidak mampu memproduksi apa yang kita sendiri butuhkan, berarti kita telah terjajah. Ketergantungan terhadap produk, teknologi maupun pemikiran dari luar harus kita kurangi melalui kekuatan riset dan inovasi,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap kampus tidak hanya berorientasi pada kuantitas penelitian atau publikasi, tetapi mulai memetakan kebutuhan strategis daerah dan nasional untuk kemudian dijawab melalui kegiatan riset.

Menurut Syahrul Aidi, pola tersebut akan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara kampus, pemerintah, masyarakat dan dunia industri. Pemerintah dapat memperoleh dasar ilmiah dalam menyusun kebijakan, sementara perguruan tinggi dapat memastikan hasil penelitiannya memiliki manfaat langsung bagi pembangunan.

Ia mencontohkan berbagai persoalan di bidang pangan, pertanian, perkebunan, energi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, teknologi hingga pengembangan ekonomi masyarakat yang membutuhkan intervensi berbasis penelitian.

“Jangan sampai persoalan yang setiap tahun kita hadapi terus berulang, sementara kampus memiliki ribuan mahasiswa, dosen dan peneliti. Harus ada pertemuan antara persoalan yang ada di masyarakat dengan kapasitas riset yang dimiliki perguruan tinggi,” ujarnya.

Syahrul Aidi juga berharap penyelenggaraan Pekan Riset Internasional di UIN Suska Riau dapat menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi penelitian, tidak hanya antarperguruan tinggi, tetapi juga dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha serta lembaga-lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional.

Ia optimistis perguruan tinggi di Riau memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

“Kita ingin kampus menjadi pusat lahirnya solusi. Dari kampus lahir gagasan, dari riset lahir inovasi, dan dari inovasi itulah kita membangun kemandirian bangsa,” pungkas Syahrul Aidi.