TIRULAH PERJUANGAN POHON KAYU YANG TINGGI
(Refleksi MTQ Riau 2026 Kuansing)
Oleh: Erman Gani
(Dosen UIN Suska Riau)
Saat ini sedang berlangsung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi di Kuansing. Banyak prestasi telah ditorehkan.
Ada yang berhasil menjadi juara. Ada pula yang belum memperoleh kemenangan.
Bagi yang meraih juara, tentu ini adalah nikmat yang patut disyukuri. Namun bagi yang belum berhasil, jangan bersedih, jangan patah hati, dan jangan berhenti melangkah.
Kegagalan hari ini bukanlah akhir dari perjalanan. Terkadang ia justru menjadi awal dari kemenangan yang lebih besar di masa depan.
Dalam falsafah orang tua Melayu, kita diajarkan untuk belajar dari alam. Ada ungkapan bijak yang sangat terkenal, alam terkembang menjadi guru. Alam mengajarkan banyak hal kepada manusia, asalkan manusia mau merenung dan mengambil pelajaran.
Salah satu pelajaran besar itu dapat kita lihat dari sebuah pohon kayu yang tinggi. Pohon yang hari ini menjulang tinggi ke langit, dengan dahan yang kokoh dan akar yang kuat menghunjam bumi, tidak tumbuh dalam sehari. Ia memulai semuanya dari benih kecil yang nyaris tak terlihat.
Ia tumbuh perlahan.
Ia berjuang menembus tanah.
Ia bertahan di tengah semak belukar.
Ia menghadapi rumput-rumput liar yang menutup cahaya.
Ia diterpa hujan dan badai. Kadang ditiup angin kencang.
Kadang terinjak oleh hewan-hewan yang melintas.
Namun satu hal yang luar biasa dari pohon itu, ia tidak berhenti tumbuh.
Ia tidak menyerah karena badai.
Ia tidak berhenti karena hujan.
Ia tidak tumbang hanya karena keadaan yang berat.
Sedikit demi sedikit, hari demi hari, tahun demi tahun, akhirnya pohon itu tumbuh besar dan kuat, bahkan melampaui pohon-pohon lainnya.
Daunnya menjadi tempat berteduh.
Batangnya menjadi tempat bersandar.
Akarnya menjadi tempat duduk dan beristirahat. Pohon yang kuat adalah pohon yang telah melewati banyak ujian.
Demikian pula dengan manusia.
Siapa pun yang ingin berhasil, sukses, dan menjadi pribadi hebat di masa depan, harus siap menempuh proses panjang sebagaimana pohon yang tinggi.
Tidak ada keberhasilan besar yang lahir dari jalan yang mudah. Semua membutuhkan perjuangan, kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan hati.
Setiap ujian adalah bagian dari proses pertumbuhan.
Setiap kegagalan adalah bagian dari pembelajaran.
Setiap air mata adalah bagian dari pendewasaan.
AllahSWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari ikhtiar, perjuangan, dan kesungguhan diri sendiri.
Orang-orang hebat yang kita lihat hari ini bukanlah orang yang sukses secara tiba-tiba. Mereka adalah orang-orang yang telah menempa dirinya dengan sabar sejak masa lalu. Mereka pernah jatuh, pernah gagal, pernah kalah—namun mereka memilih bangkit dan terus berjalan.
Sebagaimana padi yang dituai hari ini, sejatinya adalah hasil dari benih yang ditanam pada masa lalu. Maka seluruh kafilah MTQ Provinsi , khususnya yang belum mendapatkan hasil terbaik tahun ini, jangan berhenti.
Teruslah belajar.
Teruslah berlatih.
Teruslah memperbaiki diri.
Hari ini mungkin belum menjadi milik kita. Tetapi masa depan masih terbuka luas. Jadilah seperti pohon kayu yang tinggi.
Tetap tumbuh meski diuji.
Tetap kokoh meski diterpa badai.
Tetap kuat meskiperjalanan terasa berat.
Sebab kemenangan sejati bukan hanya tentang menjadi juara hari ini, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan, terus tumbuh, dan tetap istiqamah di jalan kebaikan.
MTQ boleh selesai, tetapi perjuangan mencintai Alquran tidak boleh berhenti.
Wallahu A’lam.




































