DaerahKab. KamparPendidikanRiauUmum

DPD AGPAII Kampar Inisiasi Laboratorium PAI, Menjawab Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital

14
×

DPD AGPAII Kampar Inisiasi Laboratorium PAI, Menjawab Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, SuaraAura.com — Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai moral peserta didik, Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Kampar mengambil langkah strategis. Melalui pengembangan Laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah, AGPAII Kampar berupaya menghadirkan ruang nyata bagi penguatan pendidikan karakter berbasis pengalaman langsung.

Program ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan sebuah ikhtiar serius untuk mengembalikan ruh pendidikan agama sebagai pembentuk akhlakul karimah. Laboratorium PAI dirancang sebagai ruang praktik nilai—tempat siswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga menghidupinya dalam keseharian.

Sebagai langkah awal, DPD AGPAII Kampar menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Laboratorium PAI yang diikuti oleh 120 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Kampar. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari dengan sistem blended learning: dua hari pembelajaran daring pada 22–23 Januari 2026, serta empat hari pembelajaran luring pada 26–29 Januari 2026 di Grand Suka Hotel Pekanbaru.

Untuk menjamin mutu dan legitimasi program, DPD AGPAII Kampar menggandeng Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Loka Keagamaan Kementerian Agama RI. Kolaborasi ini memastikan para guru yang ditunjuk sebagai Kepala Laboratorium PAI memiliki sertifikasi kompetensi manajerial dan teknis yang diakui secara kedinasan.

Ketua DPD AGPAII Kabupaten Kampar, Dr. Imam Farih, S.Pd.I, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui ceramah di ruang kelas.

“Pendidikan karakter memerlukan ruang eksekusi. Laboratorium PAI memungkinkan siswa mengalami langsung praktik keagamaan. Dari pengalaman inilah tumbuh kebiasaan positif dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemitraan dengan Pusdiklat Loka Keagamaan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang terukur dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas pendidikan agama di Kampar,” tegasnya.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, yang menyampaikan ceramah kunci pada sesi pembukaan. Ia menekankan bahwa Laboratorium PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama di sekolah umum.

“Laboratorium PAI adalah tempat menyemai praktik keagamaan yang inklusif, toleran, dan jauh dari radikalisme. Guru PAI sebagai kepala laboratorium memegang peran kunci menjaga ruang ini tetap menjadi pusat keadaban,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Pusdiklat Loka Keagamaan Pekanbaru, H. Afrianto, S.Ag., M.A. Menurutnya, laboratorium PAI merupakan jantung penjaminan mutu pendidikan agama.

“Melalui pengelolaan yang terstandarisasi, output pendidikan agama tidak berhenti pada nilai akademik, tetapi terwujud dalam perilaku dan kompetensi ibadah siswa,” jelasnya.

Sekretaris Umum DPD AGPAII Kampar, H. Afrizal Kholis, S.Ag., M.Ed., menyebut pelatihan ini sebagai investasi strategis untuk membangun standar baru tata kelola sarana prasarana pendidikan agama yang akuntabel dan inovatif di Kabupaten Kampar.

Keseriusan program ini juga tercermin dari kehadiran para pemangku kebijakan daerah dan provinsi sebagai narasumber.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Zulkifli, memaparkan dukungan kebijakan daerah dalam optimalisasi aset sekolah untuk laboratorium PAI.

Sementara itu, Kakan Kemenag Kampar Erizon Efendi menekankan pentingnya sinergi guru PAI dengan standar keagamaan Kementerian Agama.

Adapun Kabid PAPKIS Kanwil Kemenag Riau, Dr. H. Syahruddin, M.Sy., menguraikan standarisasi mutu dan pemetaan kompetensi guru PAI serta fungsi laboratorium sebagai pusat data kegiatan keagamaan siswa.

Pelatihan ini diperkuat oleh para widyaiswara BMBPSDM Kemenag RI, yakni Abdul Haris Pito, Martatik, dan Dr. Cut Nyak Ummu Athiyah, yang membekali peserta dengan metodologi praktikum dan pembelajaran inovatif.

Melalui program ini, DPD AGPAII Kampar menegaskan komitmennya mendukung visi pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Kampar yang agamis dan berkarakter. Ke depan, pengembangan Laboratorium PAI diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah di Kabupaten Kampar. (***)